Dua Kali Menjanda Dewi Sandra Takut Mati Rasa

Posted on Minggu, 01 November 2009 by My Community

Nugraha Rodiana - detikhot

Dewi Sandra telah yang telah menjanda dua kali karena kegagalan rumah tangganya berharap agar pengalaman pahit tersebut tak akan membuatnya mati rasa.

'Mati Rasa' juga merupakan single dari album terbarunya yang bertajuk Wanita'. Lagu itu menceritakan mengenai seseorang yang kecewa karena cintanya, sehingga ia merasa mati rasa.

Pengalaman yang dialami Dewi hampir serupa, ia pun berharap cerita itu tak terjadi padanya.

"Saya berharap saya tidak mati rasa. Saya selalu merasa hidup. Mudah-mudahanan saya bisa kembali merasakan bahagia," ujar Dewi saat ditemui di lokasi syuting video klipnya, di Pengadilan negeri Depok, Jl. Boulevard, Depok, Minggu (1/11/2009).

Yang membuatnya merasa tetap hidup adalah rasa syukurnya yang tak henti-henti. walau pernah merasa dipandang sebelah mata karena menjanda dua kali, Dewi tetap bersyukur.

"Mudah-mudahan saya bisa kembali merasakan bahagia. Saya selalu merasa bersyukur walaupun dalam keadaan terpuruk tapi saya bersyukur," ujar Dewi lagi.

Walau Dewi Sandra merasa mati rasa semoga todak demikian dengan kontes seo "Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di pandeglang".

Bad Credit Refinance

Posted on by My Community

In these situations, you will want to try and obtain a bad credit refinance and try and lower your interest payments as much as possible so you can get back on the right track. Other options to repair your damage credit is to try and consolidate your loans through debt consolidation programs. Be careful, however, of the program that you choose as some of these companies are scam companies and will hold onto your money instead of making payments to creditors.

The reason why consolidating your debt is so important is because it will be easier to make payments instead of having all of your debt scattered all over the place and making sure to make minimum payments on 30 different credit accounts can become tedious after awhile. Also, if you get into a good debt consolidation company, you will be able to reduce the finances charges on the debt.

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang

Kesenian Pandeglang

Posted on Selasa, 13 Oktober 2009 by My Community

Setelah sebelumnya saya mengajak anda untuk kenali dan kujungi objek wisata di Pandeglang maka kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang kesenian yang ada di Pandeglang.

RAMPAK BEDUG

Rampak Beduk merupakan sajian instrumen berupa perkusi, yang ditingkahi suara bedug berbagai ukuran. Ada empat bedug diikat kain merah biru, yang dipukul oleh pemain yang berdiri di tengah. Di pinggirannya, kelompok musik menimpali dengan bedug berbagai ukuran.Sesekali suara terdengar dari mulut para pemainnya, mirip suara musik tiup. Namun, tak ada sajian instrumen tiup. Yang terdengar, suara harmonis antara bedug dan para vokalis tradisi saling menyahut. Seni Rampak Bedug berawal dari kebiasaan penduduk berkeliling kampung sambil memukul bedug kala sahur di bulan puasa. Yang kemudian dijadikan ajang untuk beradu keras memukul bedug. Alhasil terjadilah pertemuan antar mereka, saling beradu kekuatan bedug.

DEBUS
Atraksi yang sangat berbahaya tersebut biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus, dan mereka melakukan perlawanan secara gerilya.

PADINGDANG PANDEGLANGAN
Padingdang Pandeglangan is a package of Pandeglang’s special traditional arts like: Bedug Terbang Tandak, Gendreh, Patingtung, Kendang Pencak and Saman that arranged to the need of modern performance (the effectiveness in the amount of personal and the efficiency stage ability.Inside there are percussion pattern through waitera Bedug, drum and terebang that cover neatly in the arrangement of music and melody of Saman’s vocal, Beluk and Sholawat Terbang, Tandak and the wailing of Pencak Trumpet accompany by the movement of people’s dance and Pencak Silat.Also perform here is bodoran reog that smooth, plain but electrifying full of meaning and mission about Sundanese ancestor culture, th eneed to maintain the various traditions in society commonly.

TARI SAMAN
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (Dakwah). Tarian ini mencerminkan Pendidikan, Keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton. Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan group sepangkalan ( dua group ). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing group dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.

Nah itulah beberapa kesenian yang ada di Pandeglang dan sudah sepantasnya kita kenali dan kujungi objek wisata di Pandeglang.